Wednesday, April 2, 2014

Oleh-oleh dari Jogja... Ojo dumeh...

“Enlightenment is ego's ultimate disappointment.”
Chögyam Trungpa

Akhirnya...bisa juga saya ambil waktu tilik Jogja kembali... kembali ke Jogja untuk memaknai libur. Kesan pertama Jogja makin tambah macet. Kendaraan koq serasa numplek semua di jalan. Lucunya lagi mobil2 yang seliweran itu lumayan banyak yang berplat B, ada juga L, H, DK, KT, BG, W... huruf apa lagi ya, lupa. Begitu cintanya mereka pada Jogja kali ya... Atau karena kangen pada gudegnya doang...hahaha...

Liburan kali ini punya kesan lebih dalem dari sekedar mandi di kolam renang bebas kaporit di Klaten dan pizza lezat di *a*a**a. Selain karena rame ngumpul sama sodara2..juga karena menambahkan beberapa gelintir lagi sodara... Banyak cerita yang saya dapat... Tapi saya bagi yang ini dulu aja deh...

Sodara baru saya ini punya seorang anak laki-laki. Anak Ababil...anak masih labil :) emang orang tua dah gak ababil ya? sami mawon... Kalo anak mungkin masih gampang dibentuk ya... Lah kalo ortu yang ababil gimana dong?
Sodara saya ini sedang bingung dengan permintaan anaknya yang ababil itu. Menurutnya sih anak ini emang jarang minta2...tapi sekalinya minta gak tanggung2. Jarang minta dibelikan sepatu, sekalinya minta ya sepatu basket yang harganya lebih dari setengah juta. Itu baru sepatu...belum yang lain... Seperti cerita beberapa waktu lalu anak ini ribut dengan mbakyunya. Lantaran dia ngerasa hanya sebagai sopir mbakyunya itu. Pas dia mau pakai mobil, dia sering gak kebagian jatah. Nah, proteslah dia kepada simboknya. Minta dibelikan mobil juga. Usianya padahal belum sweet seventeen. Sang simbok mulai gerah dengan permintaan anaknya, tapi dasar kasih seorang ibu tak sepanjang galah toh..tapi kasih ibu sepanjang jalan hihihi...maka ada niatan lah simbok untuk membelikan anaknya sebuah mobil, biar nampak kasihnya yang sepanjang jalan itu...hehehe.

Wehwehweh.....jadi inget deh saya pernah baca tulisan OJO DUMEH... Kira2 artinya apa ya? Istilah itu rasanya 'dalem' juga untuk saya. Saya pernah baca istilah itu ditulis di depan pintu rumah seorang teman. Terus terang saya pengen ngerti artinya. Ya saya tanya teman saya itu... apa toh OJO DUMEH itu? Dijawab 'jangan karena'. Loh koq lucu.. Ya, jangan karena kaya lalu sok beli ini itu...sekarepe dhewe. Ini rumahku...tapi setelah aku keluar dari rumah ini...rumah ini bukan lagi milikku. Harta dan duit yang kita punya juga bukan semata2 milik kita. Jadi gak boleh sembarangan kita belikan sekehendak hati kita. Ojo dumeh juga pelajaran bahwa kita tidak boleh sombong, tidak boleh merasa paling hebat, paling mampu dan sebagainya. Kita semua sama. Oleh Allah, saya dikaruniai banyak harta dan jabatan, tetapi semua itu bukan milik saya. Itu hanya amanah yang diberikan kepada saya. Oleh karena itu saya tidak boleh “Dumeh” . Dumeh kaya saya jadi sombong. Tidak, tidak demikian, saya harus membagi harta saya kepada orang lain yang membutuhkan”. Itu kata teman saya...

Lalu saya tanya...bagaimana kalau saya tidak kaya? Apakah saya boleh minta2 kepada yang kaya? Dijawabnya seperti ini, "Kalau kita tidak kaya, tidak punya jabatan, apakah tidak boleh punya motto ‘Ojo Dumeh”? Menurutku, meskipun kita miskin, kita juga harus bilang ke diri kita “ Ojo dumeh kita miskin, trus kita pesimis, tidak punya semangat hidup dan sejenisnya. Boleh saja kita miskin, tetapi miskin yang terhormat. Jangan sampai karena kemiskinan itu membuat kita jadi peminta – minta. Itu namanya miskin yang tidak terhormat.”
Wealaaah...canggih juga nih temen saya...
Pulang dari Jogja dapet oleh2 OJO DUMEH deh... kayaknya lebih tepat diterjemahkan 'jangan mentang-mentang ya' .... Asik tooo....akurapopo







Monday, March 31, 2014

Tamu yang aneh....

Sore itu sepulang dari kerja, saya duduk manis sambil menikmati siaran tivi. Sedang asyik2nya saya nonton, tiba2 ada suara ketukan pintu. Saya beranjak dari kursi, lalu berjalan ke arah suara ketukan pintu. Ada 2 orang berpakaian seragam PNS di depan pintu. Agak ragu saya membuka pintu. Hari gini koq pendaftaran pemilu? Bukannya saya sudah punya surat tanda coblos? Lah, trus mau apa dong dua orang ini? Antara ragu dan mau tau, akirnya toh saya membukakan pintu juga untuk mereka. Setelah bercerita sedikit tentang asal usulnya, mereka lalu mengeluarkan sebuah buku. Saya amati judulnya 'Peraturan Ketenagakerjaan Pemerintah RI'. Buku tersebut disampul rapi dengan plastik. Kalau saya buka plastiknya, pasti dianggap telah membeli. Harga yang disebut lebih dari 200.000 rupiah. Wah, gak main2 ni... Saya mulai resah.
Saya minta diri sebentar masuk ke dalam dan berharap ada orang yang bisa saya ajak berunding. Tapi ternyata orang rumah sedang pergi. Waduuuh... Saya gunakan jurus kepepet deh..lebih baik tanya mbah gugel, sebelum kembali menemui mereka. Saya dapati berita seperti ini...

"KLATEN- Nama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten dicatut oleh oknum untuk kegiatan penjualan buku berjudul ‘Peraturan Ketenagakerjaan Pemerintah RI’. Buku tersebut dijual Rp 275.000 per buku. Ketua Komisi IV DPRD Klaten, Yoga Hardaya kepada solopos.com, Selasa (24/4/2012), mengaku sudah mendapat banyak keluhan dari warga terkait oknum penjual buku yang mengatasnamakan petugas dari Dinsosnakertrans itu. Dalam menjalankan aksinya, oknum tersebut menunjukkan surat tugas dari Dinsosnakertrans. “Oknum tersebut datang ke kantor-kantor perusahaan swasta. Berbekal surat tugas dari Dinsosnakertrans, oknum tersebut menjual buku dengar harga yang relatif tinggi,” papar Yoga. Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Klaten, Slamet Widodo mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan tugas kepada pegawainya untuk menjual buku. Dinsosnakertrans, kata Slamet, juga tidak memberikan surat pengantar kepada seseorang untuk kepentingan perniagaan. “Kalau ada orang yang mengaku dari petugas Dinsosnakertrans lalu menjual buku berarti itu oknum yang ingin mengambil keuntungan dengan mencatut instansi pemerintah. Kami tidak pernah mengirimkan petugas atau surat rekomendasi kepada siapapun untuk menjual buku,” tegas Slamet. 

Nah, apa benar ya mereka ini oknum yang dimaksud? Saya kembali menemui tamu, lalu mengatakan tidak ingin membeli buku itu. Buku saya kembalikan dengan utuh, belum saya sobek plastiknya. Lalu segera saja salah seorang tamu berseragam PNS itu mengambil buku dan memasukkannya ke dalam tasnya dengan mengatakan, ' oh ya sudah bu...'. Lalu mereka pergi dengan senyum yang aneh meninggalkan saya yang masih terpukau... Wah, saya jadi merasa aneh juga... Dasar tamu yang aneh dengan senyum yang aneh...hahaha....

Sunday, March 23, 2014

Sister Act jaman sekarang?

Eh ada Sister Act jaman sekarang... Ikut kontes seperti American Idol..atau sejenisnya... Membuat terheran2 para juri... Sampai seorang jurinya yang sangar itu seperti menangis... Pertama nonton yutubenya saya juga terharu...sampe berkaca2 gitu... Koq ada ya suster heboh seperti suster ini?



Wajahnya lugu, usianya baru 25 tahun...tampil seadanya...
Ga pake baju meling2 seperti artis, tapi dah mencolok mata orang yang melihatnya...
Ga pake make up juga...tapi dah nampak manis dan cantik...
Wah, suster ini koq seperti kisah Sister Act beneran ya? Saya gak sedang ngimpi kan ya? Kata2 nya waktu ditanya juri... Kenapa mau tampil di ajang seperti itu... Ya karena ia punya 'suara indah' dan ingin ia bagikan itu untuk semua...

Wah, jadi tersinggung juga rasanya saya... Apa ya yang bisa saya bagikan buat orang lain nih....hayoooo?