Saturday, September 28, 2013

Civil Society: Self-Service

Malam ini aku dihibur oleh rombongan orang yang naik sepeda di jalan Solo. Dari arah Amplaz di sebelah kiri mobilku tiba-tiba nongol sepeda yang setinggi bis tingkat... ternyata di belakangnya ada sepeda2 lain yang bentuknya juga aneh... ada yang malah keliatan kayak kayu dikasih roda. Tapi yang mengejutkan, mereka ini jumlahnya lumayan banyak. Aku ga ngerti kukira ada demo, tapi kenapa ya malam2 gini n pake sepeda n gada banner apa-apa.
Ternyata mereka itu dah lama bikin kegiatan sepedaan jumat malam.
Aku belum cari tau siapa founding fathers kelompok ini, tapi aku salut. Ga tau apa di kota lain ada gerakan seperti ini. Kelompok ini kayaknya dah jalan sekitar setahun. Apa ini gejala Jogja juga kekurangan ruang publik?

Sunday, June 23, 2013

Bahasa: Kesepakatan

Waktu masih tinggal di metropolitan, aku punya teman yang alim setengah mati tapi akhirnya dia terpengaruh juga dengan makian teman-teman. Dikit-dikit kita mengumpat dengan nama binatang (kenapa juga ga pake nama tumbuhan ya...): anjing (lu)! Kebiasaan mendengar kata itu keknya bikin dia juga ikut-ikutan mulai memakai kata itu. Tapi lucunya, dia itu emang dasarnya alim, ga bisa dia bilang anjing... nah pas dia dah omong anjiii.... keknya dia trus nyadar, trus ga bilang anjiiiing... tapi bilang anjiiiiirrrr....
Abis itu temen2 lain yang rada2 alim juga akhirnya malah ikutan omong anjir daripada nyebut anjing. Ada yang lain ganti jadi anjrit...
Nah kalo di Jogja ini umpatan tadi (bahasa Jawanya: pisuhan) jadi asu. Ga tau ya kenapa anjing itu populer di mana-mana. Kenapa sih anjing dipake untuk mengumpat?
Nah di Jogja ini ada bahasa yang lucu dan menarik. Orang sering bilang ini bahasa walikan, dibalik. Apanya yang dibalik? Nah ini aksara Jawa yang kudapat dari sini.
aksara
Nah itu kan ada hanacaraka datasawala padhajayanya magabathanga. Barisnya hanacaraka itu ditukar dengan baris padhajayanya. Baris datasawala ditukar dengan magabathanga. Jadinya kalo kita mau omong kulonuwun jadi nyungodhuthut hahaha....
Yang dulu sering kudengar itu jape methe...cahe dewe... tapi ga tau apa itu betul. Jadinya banyak yang lucu kalau denger ada anak-anak muda yang omong basa walikan itu. Tapi katanya sekarang dah jarang dipake: bubap... haha... susah. Apa anak sekarang mau susah ya? Trendnya kan malah makin gampang makin baik... tapi kukira sih tergantung tujuannya juga; mungkin bahasa walikan ini baik juga untuk membentuk peer group, bikin komunitas dengan bahasa-bahasa tertentu yang mereka sepakati.

Friday, May 31, 2013

Kebutuhan Khusus?

Maksud hati menuangkan pikiran setiap minggu dalam blog, tapi apa daya tangan dipakai untuk kebutuhan lain. Dan kali ini saya merasa beruntung bisa nonton pertunjukan sendratari Ramayana. Sebetulnya sih sendratari ini rutin dipertontonkan untuk publik di dua tempat. Yang satu di Prambanan, yang lainnya di Purawisata. Semuanya bisa disesuaikan dengan longgarnya waktuku dan jadwal pertunjukan yang bisa dilihat di sini.
Tetapi tontonan kemarin lusa itu sangat istimewa karena mengundang kekaguman saya.
Dena upakara
Semua penari itu perempuan dan mereka tuli atau indra pendengarannya gak seperti orang kebanyakan. Kalo saya gak dikasih tau mereka tuli, saya gak kagum sama sekali, malah saya pikir mereka melakukan kesalahan (meskipun saya juga gak tau sih tarian yang bener kayak apa, tapi pokoknya berasa ada kekurangan kecil di sana sini).
Yang saya pikirkan itu, kok mereka bisa melakukan gerakan yang cocok dng musik gamelan? Kan mereka gak dengar? Tentu karena mereka latihan, tapi kayak apa latihannya? Trus, yang melatih itu kayak apa ya kesabarannya? Luar biasa.
Di depan mereka, di antara orang yang memainkan musik gamelan, rupanya ada dirigen yang memberi aba-aba, ada juga asistennya yang memakai tongkat lampu supaya bisa dilihat anak-anak yang selain tuna rungu tapi juga penglihatannya kurang. Mengagumkan. Sesuatu banget. Dan saya puas menontonnya, melihat hasil suguhan suatu proses yang pastinya gak cuma dalam hitungan bulan. Salut untuk mereka semua, kelompok dari Wonosobo, Dena Upakara.